Path: Top > IndonesiaDLN > Muhammadiyah > JIPTUMM > Research_Report > DPP_Research > Internal_Research > Agriculture_Faculty > 2003 > Even

Tingkat Kerusakan Komunitas Tumbuhan
di Gunung Panderman, Desa Songgokerto, Malang.

Heritage from JIPTUMM / 2004-09-11 11:02:17
Oleh : DRS. ABDULKADIR RAHARDJANTO, M.SI.
Dibuat : 2004-09-11, dengan 1 file

Keyword : Kerusakan Komunitas Tumbuhan
di Gunung Panderman, Malang.

Subjek : Tingkat Kerusakan Komunitas Tumbuhan
di Gunung Panderman, Desa Songgokerto, Malang.

A. LATAR BELAKANG
Luas hutan alami Indonesia terus mengalami penyusutan dengan kecepatan yang sangat menghawatirkan.hingga saat ini, Indonesia telah kehilangan hutan aslinya sebesar 72% (World Resource Institute, 1997). Penebangan hutan Indonesia yang tidak terkendali selama puluhan tahun menyebabkan terjadinya penyusutan htuan tropis secara besar-besaran. Laju kerusakan hutan periode 1985-1997 tercatat 1,6 juta hektar per tahun. Sedangkan pada periode 1997-2000 menjadi 3,8 juta per tahun. Ini menjadikan Indonesia merupakan salah satu tempat dengan tingkat kerusakan hutan terbesar di dunia.
Pada abad ke 16 sampai pertengahan abad 18 hutan alam di Jawa diperkirakan masih sekitar 9 juta hektar. Pada akhir tahun 1980-an, tutupan hutan alam di Jawa tinggal 0,97 juta hektar atau 7% dari luas pulau Jawa. Saat ini penutupan lahan di Pulau Jawa oleh pohon tinggal 4%. Sehingga perlu adanya kebijakan untuk menangani masalah ini.
Kota Batu merupakan salah satu kota yang baru berdiri setelah era reformasi di indonesia di Kota ini terletak sebuah gunung yang merupakan daerah pariwisata yang potensial dan terletak pada ketinggian 1300-1800 m dpl. yaitu gunung Panderman. Gunung ini merupakan salah satu tempat kunjungan wisata yang cukup potensial dengan daya tarik utama kondisi lingkungan yang asri, nyaman dan mempunyai pemandangan yang indah. Selain itu Gunung Panderman memiliki berbagai fungsi ekologis antara lain fungsi perlindungan, pelestarian alam dan sebagai sumber air untuk daerah Malang .
Pada awal era reformasi di pemerintahan, di gunung panderman ini terjadi kerusakan lingkungan akibat gerakan vandalis perusak hutan, dan eksploitasi tanpa batas terhadap hutan yang menyebabkan terganggunya sistem ekologi dan sumber air yang ada (Iklan Kota, 2002). Pada sisi lain, secara ekologi kegiatan wisata alam dan pemanfaatan pada Gunung Panderman apabila tidak terencana dengan baik juga dapat menjadi penyebab rusaknya komunitas hutan sehingga menyebabkan punahnya jenis fauna tertentu. Masalah di kawasan ini adalah kerusakan vegetasi akibat intensitas dan besarnya tekanan masyarakat setempat. Eksploitasi secara berlebihan pada komunitas tumbuhan di daerah ini yang dilakukan oleh masyarakat sekitar akan berdampak negatif dengan hilangnya beberapa spesies tumbuhan kunci yang khas di kawasan gunung Panderman serta terganggunya sistem hidrologi di Malang.

Deskripsi Alternatif :

A. LATAR BELAKANG
Luas hutan alami Indonesia terus mengalami penyusutan dengan kecepatan yang sangat menghawatirkan.hingga saat ini, Indonesia telah kehilangan hutan aslinya sebesar 72% (World Resource Institute, 1997). Penebangan hutan Indonesia yang tidak terkendali selama puluhan tahun menyebabkan terjadinya penyusutan htuan tropis secara besar-besaran. Laju kerusakan hutan periode 1985-1997 tercatat 1,6 juta hektar per tahun. Sedangkan pada periode 1997-2000 menjadi 3,8 juta per tahun. Ini menjadikan Indonesia merupakan salah satu tempat dengan tingkat kerusakan hutan terbesar di dunia.
Pada abad ke 16 sampai pertengahan abad 18 hutan alam di Jawa diperkirakan masih sekitar 9 juta hektar. Pada akhir tahun 1980-an, tutupan hutan alam di Jawa tinggal 0,97 juta hektar atau 7% dari luas pulau Jawa. Saat ini penutupan lahan di Pulau Jawa oleh pohon tinggal 4%. Sehingga perlu adanya kebijakan untuk menangani masalah ini.
Kota Batu merupakan salah satu kota yang baru berdiri setelah era reformasi di indonesia di Kota ini terletak sebuah gunung yang merupakan daerah pariwisata yang potensial dan terletak pada ketinggian 1300-1800 m dpl. yaitu gunung Panderman. Gunung ini merupakan salah satu tempat kunjungan wisata yang cukup potensial dengan daya tarik utama kondisi lingkungan yang asri, nyaman dan mempunyai pemandangan yang indah. Selain itu Gunung Panderman memiliki berbagai fungsi ekologis antara lain fungsi perlindungan, pelestarian alam dan sebagai sumber air untuk daerah Malang .
Pada awal era reformasi di pemerintahan, di gunung panderman ini terjadi kerusakan lingkungan akibat gerakan vandalis perusak hutan, dan eksploitasi tanpa batas terhadap hutan yang menyebabkan terganggunya sistem ekologi dan sumber air yang ada (Iklan Kota, 2002). Pada sisi lain, secara ekologi kegiatan wisata alam dan pemanfaatan pada Gunung Panderman apabila tidak terencana dengan baik juga dapat menjadi penyebab rusaknya komunitas hutan sehingga menyebabkan punahnya jenis fauna tertentu. Masalah di kawasan ini adalah kerusakan vegetasi akibat intensitas dan besarnya tekanan masyarakat setempat. Eksploitasi secara berlebihan pada komunitas tumbuhan di daerah ini yang dilakukan oleh masyarakat sekitar akan berdampak negatif dengan hilangnya beberapa spesies tumbuhan kunci yang khas di kawasan gunung Panderman serta terganggunya sistem hidrologi di Malang.

Copyrights : research centre of mum

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUMM
Organisasi
Nama KontakM. Nasar
AlamatJl. Raya Telogomas No. 246
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon+62-341-464318 ext 151
Fax
E-mail Administratordigilib@umm.ac.id
E-mail CKOdigilib@umm.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: lemlit@jiptumm