Path: Top > IndonesiaDLN > Muhammadiyah > JIPTUMMPP > S1_Final_Project > Dept._of_Syariah > 2004 > Part_2

AHWAL AL-SYAKHSHIYAH PERANAN PEGAWAI PENCATAT NIKAH (PPN) DALAM MENGATASI PERKAWINAN DI BAWAH UMUR (Studi di Kantor Urusan Agama KecamatanNguling Kabupaten Pasuruan)

Undergraduate Theses from JIPTUMMPP / 2004-10-18 15:37:49
Oleh : Abdul Aziz Muslim Sumadipura (99120008), Religion
Dibuat : 2004-10-18, dengan 2 file

Keyword : perkawinan, bawah umur
Url : http://

Perkawinan merupakan lembaga suci bagi seorang pria dan seorang wanita yang mempunyai niat karena Allah SWT semata untuk membina keluarga yang bahagia. Cita-cita itu tidak akan terwujud apabila keduanya tidak mempersiapkan diri baik fisik maupun mental sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Adapun yang dimaksud dengan perkawinan di bawah umur adalah perkawinan yang di langsungkan dimana calon suami dan calon istri belum mencapai umur yang telah di tentukan oleh Undang-undang No. 1 Tahun 1974 yakni sembilan belas (19) tahun untuk calon suami dan enam belas (16) tahun untuk calon istri. Namun demikian apabila memaksa untuk di langsungkan perkawinan meskipun umurnya belum cukup maka ia harus mendapatkan dispensasi dari pengadilan atau pejabat lain yang di tunjuk oleh kedua orang tua pihak pria maupun pihak wanita. Sebagaimana tercantum dalam pasal 7 ayat (2) Undang-undang No. 1 Tahun 1974.
Yang menjadi obyek penelitian ini adalah tentang peranan Pegawai Pencatat Nikah (PPN) dalam mengatasi perkawinan di bawah umur yang terkemas dalam suatu rumusan: (1) Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perkawinan di bawah umur; (2) bagaimana peran Pegawai Pencatat Nikah (PPN) dalam mengatasi perkawinan di bawah umur khususnya di Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan.
Penelitian ini adalah penelitian diskriptif kualitatif yang merupakan studi kasus tentang perkawinan di bawah umur di Kantor Urusan Agama Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan. Pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Sumber data penulis peroleh dari sumber data primer, yaitu informan yang terdiri dari Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) beserta staf, Kepala Desa, para orang tua yang pernah mengawinkan anaknya di bawah umur dan pasangan yang melakukan perkawinan di bawah umur. Sumber data sekunder, yaitu sumber yang dikutip dari sumber lain seperti buku literatur yang berkaitan dengan pembahasan ini.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perkawinan di bawah umur antara lain: (1) Faktor pendidikan yang rendah; (2) Faktor ekonomi keluarga kurang mampu; (3) Dan faktor hamil diluar nikah. Sedangkan peran Pegawai Pencatat Nikah (PPN) dalam mengatasi perkawinan di bawah umur antara lain dengan menggunakan cara memeriksa semua persyaratan yang harus dipenuhi untuk melangsungkan perkawinan dan mensosialisasikan Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan dengan cara memberikan ceramah-ceramah tentang perkawinan dalam acara walimatul urus, pada khutbah jum'at dan pengajian umum.


Deskripsi Alternatif :

Perkawinan merupakan lembaga suci bagi seorang pria dan seorang wanita yang mempunyai niat karena Allah SWT semata untuk membina keluarga yang bahagia. Cita-cita itu tidak akan terwujud apabila keduanya tidak mempersiapkan diri baik fisik maupun mental sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Adapun yang dimaksud dengan perkawinan di bawah umur adalah perkawinan yang di langsungkan dimana calon suami dan calon istri belum mencapai umur yang telah di tentukan oleh Undang-undang No. 1 Tahun 1974 yakni sembilan belas (19) tahun untuk calon suami dan enam belas (16) tahun untuk calon istri. Namun demikian apabila memaksa untuk di langsungkan perkawinan meskipun umurnya belum cukup maka ia harus mendapatkan dispensasi dari pengadilan atau pejabat lain yang di tunjuk oleh kedua orang tua pihak pria maupun pihak wanita. Sebagaimana tercantum dalam pasal 7 ayat (2) Undang-undang No. 1 Tahun 1974.
Yang menjadi obyek penelitian ini adalah tentang peranan Pegawai Pencatat Nikah (PPN) dalam mengatasi perkawinan di bawah umur yang terkemas dalam suatu rumusan: (1) Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perkawinan di bawah umur; (2) bagaimana peran Pegawai Pencatat Nikah (PPN) dalam mengatasi perkawinan di bawah umur khususnya di Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan.
Penelitian ini adalah penelitian diskriptif kualitatif yang merupakan studi kasus tentang perkawinan di bawah umur di Kantor Urusan Agama Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan. Pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Sumber data penulis peroleh dari sumber data primer, yaitu informan yang terdiri dari Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) beserta staf, Kepala Desa, para orang tua yang pernah mengawinkan anaknya di bawah umur dan pasangan yang melakukan perkawinan di bawah umur. Sumber data sekunder, yaitu sumber yang dikutip dari sumber lain seperti buku literatur yang berkaitan dengan pembahasan ini.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perkawinan di bawah umur antara lain: (1) Faktor pendidikan yang rendah; (2) Faktor ekonomi keluarga kurang mampu; (3) Dan faktor hamil diluar nikah. Sedangkan peran Pegawai Pencatat Nikah (PPN) dalam mengatasi perkawinan di bawah umur antara lain dengan menggunakan cara memeriksa semua persyaratan yang harus dipenuhi untuk melangsungkan perkawinan dan mensosialisasikan Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan dengan cara memberikan ceramah-ceramah tentang perkawinan dalam acara walimatul urus, pada khutbah jum'at dan pengajian umum.



Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUMMPP
OrganisasiReligion
Nama KontakMuhammad Nasar
AlamatJl. Raya Tlogomas 246
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon+62-341-464318 ext 151
Fax+62-341-463345
E-mail Administratornasar@umm.ac.id
E-mail CKOinfopus@umm.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: infopus@jiptummpp