Path: Top > S1_Final_Project > S1_Keperawatan > 2007

HUBUNGAN STATUS GIZI IBU DAN FREKUENSI MENYUSUI DENGAN BERAT BADAN BAYI DI POSYANDU KELURAHAN KEDUNGMUNDU SEMARANG

Undergraduate Theses from JTPTUNIMUS / 2010-06-18 13:29:12
Oleh : FATMA BACHRIANI, G2A003028, Universitas Muhammadiyah Semarang
Dibuat : 2007-12-27, dengan 4 file

Keyword : Status gizi ibu, Frekuensi Menyusui, Berat badan bayi
Url : http://digilib.unimus.ac.id

ABSTRAK br /
Latar Belakang : Pertumbuhan terus berlanjut pada tingkat yang cepat dan semua bahan gizi yang dibutuhkan dipenuhi oleh tubuh melalui ASI. ASI merupakan satusatunya sumber gizi yang memberikan kontribusi bagi pertumbuhan yang cepat dan sehat pada otak bayi, sistem saraf, kematangan sistem pencernaan dan perkembangan sistem kekebalan untuk pertumbuhan pada bulan-bulan pertama kehidupan setelah kelahiran. Berdasarkan data Departemen Kesehatan tahun 2006, 5 juta anak balita mengalami gizi kurang. Data dari Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 1995 prevalensi gizi kurang pada ibu menyusui 40,5%-57,9%. Hasil survei tahun 2006, di Kelurahan Kedungmundu menunjukkan berat badan anak menurut umur sangat rendah berjumlah 76 dan bayi yang diberikan ASI berjumlah 106 sebanyak 5,62%. Selama ibu menyusui, pola makan ibu harus memenuhi kebutuhan nutrisi tertentu yang penting untuk mengoptimalkan status gizi ibu setelah melahirkan dan kualitas serta kuantitas ASI yang dihasilkan agar pertumbuhan dan perkembangan bayi baik. Tujuan Penelitian : Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi ibu dan frekuensi menyusui dengan berat badan bayi di posyandu kelurahan kedungmundu semarang. Metode Penelitian : Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode diskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, data yang menyangkut variabel dikumpulkan secara bersamaan. Penelitian ini dilakukan di posyandu kelurahan kedungmundu semarang pada tanggal 16 juli sampai dengan 12 agustus 2007 dengan menggunakan sampel sebanyak 38 orang. Hasil dan Pembahasan : Hasil uji korelasi rank spearman menunjukkan nilai korelasi atau hubungan yang signifikan antara status gizi ibu dengan berat badan bayi ( r = 0.772, p= 0,001 #61537; 0,05) dan juga antara frekuensi menyusui dengan berat badan bayi ( r = 0.778, p = 0,001 #61537;0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa status gizi ibu dan frekuensi menyusui mempunyai hubungan yang erat dan searah dengan berat badan bayi.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRAK br /
Latar Belakang : Pertumbuhan terus berlanjut pada tingkat yang cepat dan semua bahan gizi yang dibutuhkan dipenuhi oleh tubuh melalui ASI. ASI merupakan satusatunya sumber gizi yang memberikan kontribusi bagi pertumbuhan yang cepat dan sehat pada otak bayi, sistem saraf, kematangan sistem pencernaan dan perkembangan sistem kekebalan untuk pertumbuhan pada bulan-bulan pertama kehidupan setelah kelahiran. Berdasarkan data Departemen Kesehatan tahun 2006, 5 juta anak balita mengalami gizi kurang. Data dari Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 1995 prevalensi gizi kurang pada ibu menyusui 40,5%-57,9%. Hasil survei tahun 2006, di Kelurahan Kedungmundu menunjukkan berat badan anak menurut umur sangat rendah berjumlah 76 dan bayi yang diberikan ASI berjumlah 106 sebanyak 5,62%. Selama ibu menyusui, pola makan ibu harus memenuhi kebutuhan nutrisi tertentu yang penting untuk mengoptimalkan status gizi ibu setelah melahirkan dan kualitas serta kuantitas ASI yang dihasilkan agar pertumbuhan dan perkembangan bayi baik. Tujuan Penelitian : Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi ibu dan frekuensi menyusui dengan berat badan bayi di posyandu kelurahan kedungmundu semarang. Metode Penelitian : Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode diskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, data yang menyangkut variabel dikumpulkan secara bersamaan. Penelitian ini dilakukan di posyandu kelurahan kedungmundu semarang pada tanggal 16 juli sampai dengan 12 agustus 2007 dengan menggunakan sampel sebanyak 38 orang. Hasil dan Pembahasan : Hasil uji korelasi rank spearman menunjukkan nilai korelasi atau hubungan yang signifikan antara status gizi ibu dengan berat badan bayi ( r = 0.772, p= 0,001 #61537; 0,05) dan juga antara frekuensi menyusui dengan berat badan bayi ( r = 0.778, p = 0,001 #61537;0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa status gizi ibu dan frekuensi menyusui mempunyai hubungan yang erat dan searah dengan berat badan bayi.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJTPTUNIMUS
OrganisasiUniversitas Muhammadiyah Semarang
Nama KontakDevi Pangastuti
AlamatJl.Kedung Mundu 18
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
Negaraindonesia
Telepon+62-24-76740296
Fax024-76740291
E-mail Administratortik@unimus.ac.id
E-mail CKOinfopus@unimus.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Ns. Sri Rejeki, SKp, Mkep, Sp Mat br /
    Edy Wuryanto, SKp, Editor:

Download...