Path: Top > S1_Final_Project > S1_Keperawatan > 2007

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT BAYI BARU LAHIR DENGAN PRAKTEK PERAWATAN TALI PUSAT BAYI BARU LAHIR DI DESA KAYUGRITAN KECAMATAN KARANGANYAR

Undergraduate Theses from JTPTUNIMUS / 2010-06-18 13:28:46
Oleh : IKA SUCI MARTIYANTI, G2A003032, Universitas Muhammadiyah Semarang
Dibuat : 2007-12-27, dengan 3 file

Keyword : pengetahuan, perawatan, ibu, tali pusat bayi
Url : http://digilib.unimus.ac.id

ABSTRAK br /
Perawatan tali pusat adalah memberikan perawatan terhadap tali pusat pada bayi (Berhman, 1999), sedangkan tujuan perawatan bayi baru lahir terutama pada tali pusat sehingga tidak terjadi infeksi (Mila, 2005) Infeksi nosokomial merupakan penyebab infeksi yang sering menyerang neonatus dalam perawatan, penularan dapat melalui petugas medis, maupun peralatan yang digunakan sehingga sterilisasi dan kebersihan merupakan syarat utama suatu unit perawatan pada umumnya termasuk pada unit perawatan neonatus (LOK, 2005). Tetanus neonatorom merupakan penyebab kejang yang sering dijumpai pada bayi baru lahir yang bukan karena trauma kelahiran atau asfiksia tetapi disebabkan oleh infeksi selama masa neonatal, yang terjadi sebagai akibat pemotongan tali pusat atau perawatanya yang tidak aseptik. Penyebab tetanus adalah terjadinya infeksi yang biasa terjadi melalui luka pada tali pusat. Ini dapat terjadi karena pemotongan tali pusat tidak menggunakan alat yang steril hanya menggunakan alat sederhana seperti gunting, bilah bambu atau pisau, dapat juga karena perawatan tali pusat br /
menggunakan bedak, kunyit, atau jambu biji yang dapat mengakibatkan infeksi tali pusat pada neonatus (Ngastiah, 2005). Kebanyakan tetanus neonatorum terdapat pada bayi yang lahir dengan dukun beranak yang belum mengikuti penataran dari departemen kesehatan (Mochtar, 1998).

Deskripsi Alternatif :

ABSTRAK br /
Perawatan tali pusat adalah memberikan perawatan terhadap tali pusat pada bayi (Berhman, 1999), sedangkan tujuan perawatan bayi baru lahir terutama pada tali pusat sehingga tidak terjadi infeksi (Mila, 2005) Infeksi nosokomial merupakan penyebab infeksi yang sering menyerang neonatus dalam perawatan, penularan dapat melalui petugas medis, maupun peralatan yang digunakan sehingga sterilisasi dan kebersihan merupakan syarat utama suatu unit perawatan pada umumnya termasuk pada unit perawatan neonatus (LOK, 2005). Tetanus neonatorom merupakan penyebab kejang yang sering dijumpai pada bayi baru lahir yang bukan karena trauma kelahiran atau asfiksia tetapi disebabkan oleh infeksi selama masa neonatal, yang terjadi sebagai akibat pemotongan tali pusat atau perawatanya yang tidak aseptik. Penyebab tetanus adalah terjadinya infeksi yang biasa terjadi melalui luka pada tali pusat. Ini dapat terjadi karena pemotongan tali pusat tidak menggunakan alat yang steril hanya menggunakan alat sederhana seperti gunting, bilah bambu atau pisau, dapat juga karena perawatan tali pusat br /
menggunakan bedak, kunyit, atau jambu biji yang dapat mengakibatkan infeksi tali pusat pada neonatus (Ngastiah, 2005). Kebanyakan tetanus neonatorum terdapat pada bayi yang lahir dengan dukun beranak yang belum mengikuti penataran dari departemen kesehatan (Mochtar, 1998).

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJTPTUNIMUS
OrganisasiUniversitas Muhammadiyah Semarang
Nama KontakDevi Pangastuti
AlamatJl.Kedung Mundu 18
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
Negaraindonesia
Telepon+62-24-76740296
Fax024-76740291
E-mail Administratortik@unimus.ac.id
E-mail CKOinfopus@unimus.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor:

Download...