Path: Top > S1_Final_Project > S1_Keperawatan > 2007

PERBEDAAN PENURUNAN INTENSITAS NYERI SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM PADA KLIEN POST BEDAH MAYOR DI RSUD TUGUREJO SEMARANG

Undergraduate Theses from JTPTUNIMUS / 2010-06-18 13:32:13
Oleh : TITI HARJAYANTI, G2A003081, Universitas Muhammadiyah Semarang
Dibuat : 2007-12-27, dengan 4 file

Keyword : Teknik relaksasi napas dalam dan intensitas
Url : http://digilib.unimus.ac.id

ABSTRAK br /br /
Bedah mayor adalah tindakan bedah besar yang dilakukan dengan membuat sayatan (insisi) pada area yang akan dikoreksi. Adanya insisi inilah yang menimbulkan nyeri, dimana nyeri merupakan keluhan utama yang paling sering dikeluhkan klien. Nyeri yang tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan dampak buruk bagi klien. Teknik relaksasi napas dalam yang merupakan salah satu terapi non farmakologi yang bisa digunakan untuk menurunkan dan menghilangkan sensasi nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan penurunan intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi napas dalam pada klien post bedah mayor di RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis quase exsperimen dan desain one group pre test post test. Subyek penelitian adalah semua klien post bedah mayor di RSUD Tugurejo Semarang yang setelah dilakukan pengambilan sample dengan proposive random sampling diperoleh 73 responden. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebelum dilakukan teknik relaksasi sebagian besar responden yaitu 63.02% atau 46 responden mengeluh nyeri pada skala 3 (menderita) dan kategori nyeri terberat yang dikeluhkan responden adalah skala 4 (sangat menderita) sebanyak 18 responden (24.65%). Sedangkan sesudah dilakukan teknik relaksasi sebagian besar responden berada pada skala 2 (tidak nyaman) dengan 48 responden (65.80%), untuk kategori nyeri terberat adalah skala 3 (menderita) dengan 16 responden. Setelah dilakukan uji t test dengan hasil t = 9.292 dengan p value 0.000 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan penurunan intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi napas dalam pada klien post bedah mayor di RSUD Tugurejo Semarang. Adanya penurunan intensitas nyeri disebabkan teknik relaksasi napas dalam mampu merelaksasikan otot dan memperlancar aliran darah serta merangsang pelepasan opoid endogen (endorfin dan enkepalin). br /

Deskripsi Alternatif :

ABSTRAK br /br /
Bedah mayor adalah tindakan bedah besar yang dilakukan dengan membuat sayatan (insisi) pada area yang akan dikoreksi. Adanya insisi inilah yang menimbulkan nyeri, dimana nyeri merupakan keluhan utama yang paling sering dikeluhkan klien. Nyeri yang tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan dampak buruk bagi klien. Teknik relaksasi napas dalam yang merupakan salah satu terapi non farmakologi yang bisa digunakan untuk menurunkan dan menghilangkan sensasi nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan penurunan intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi napas dalam pada klien post bedah mayor di RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis quase exsperimen dan desain one group pre test post test. Subyek penelitian adalah semua klien post bedah mayor di RSUD Tugurejo Semarang yang setelah dilakukan pengambilan sample dengan proposive random sampling diperoleh 73 responden. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebelum dilakukan teknik relaksasi sebagian besar responden yaitu 63.02% atau 46 responden mengeluh nyeri pada skala 3 (menderita) dan kategori nyeri terberat yang dikeluhkan responden adalah skala 4 (sangat menderita) sebanyak 18 responden (24.65%). Sedangkan sesudah dilakukan teknik relaksasi sebagian besar responden berada pada skala 2 (tidak nyaman) dengan 48 responden (65.80%), untuk kategori nyeri terberat adalah skala 3 (menderita) dengan 16 responden. Setelah dilakukan uji t test dengan hasil t = 9.292 dengan p value 0.000 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan penurunan intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi napas dalam pada klien post bedah mayor di RSUD Tugurejo Semarang. Adanya penurunan intensitas nyeri disebabkan teknik relaksasi napas dalam mampu merelaksasikan otot dan memperlancar aliran darah serta merangsang pelepasan opoid endogen (endorfin dan enkepalin). br /

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJTPTUNIMUS
OrganisasiUniversitas Muhammadiyah Semarang
Nama KontakDevi Pangastuti
AlamatJl.Kedung Mundu 18
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
Negaraindonesia
Telepon+62-24-76740296
Fax024-76740291
E-mail Administratortik@unimus.ac.id
E-mail CKOinfopus@unimus.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Sri Utami Dwiningsih, MNS br /br /
    Ns. Nikmatul Khayati, S.Kep, Editor:

Download...