Path: Top > D3_Final_Project > D3_Analis > 2005

PERBANDINGAN KADAR UREUM DAN KADAR KREATININ PADA GAGAL GINJAL TERMINAL SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISA DI RSU KOTA SEMARANG

Undergraduate Theses from JTPTUNIMUS / 2010-06-07 10:22:15
Oleh : DWI NINGSIH, 203039, Universitas Muhammadiyah Semarang
Dibuat : 2008-02-05, dengan 0 file

Keyword : KADAR UREUM, KADAR KREATININ
Url : http://digilib.unimus.ac.id

DWININGSIH, 203039 PERBANDINGAN KADAR UREUM DAN KADAR KREATININ PADA GAGAL GINJAL TERMINAL SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISA DI RSU KOTA SEMARANG di bawah pembimbing Andri Sukeksi dan Tulus Aryadibr /br /br /
RINGKASANbr /br /br /
Ureum adalah produk akhir metabolisme protein, berasal dari asam amino yang telah dipindahkan aminonya di dalam hati dan mencapai ginjal, diekskresikan rata-rata 80 gram sehari. Nilai normal pada ureum darah 20-35 mg/dl.br /
Kreatinin adalah produk akhir metabolisme kreatinin otot, banyaknya kreatinin yang tersusun dalam setiap hari tidak berubah kecuali karena ada jaringan otot yang rusak, oleh karena trauma atau oleh suatu penyakit ginjal. Nilai rujukan untuk pria 0,9-1,3 mg/dl, wanita 0,6-1,1 mg/dl.br /
Prevalensi penyakit gagal ginjal kronis di Indonesia masih cukup tinggi. Penderita gagal ginjal terminal mengalami penurunan tajam fungsi ginjal, sehingga membutuhkan terapi ginjal. Terapi pengganti ginjal yang merupakan tindakan rutin disetiap pusat ginjal adalah dialisis teritonial dan hemodialisa. Mengingat prevalensi gagal ginjal terminal dan pentingnya terapi pengganti ginjal khususnya hemodialisa pada penderita gagal ginjal maka sejak bulan Januari 2003 mulai dirintis pembukaan unit hemodialisa di RSU Kota Semarang. Keberadaan unit dialisis tersebut harus didukung oleh unit lain yaitu dokter, perawat, dan petugas laboratorium.br /
Pemeriksaan laboratorium yang biasa dilakukan untuk pasien dengan terapi hemodialisa adalah pemeriksaan kadar kreatinin darah yang dilakukan sebelum dan sesudah hemodialisa.br /
Untuk mengukur dan mengetahui perbandingan kadar ureum dan kadar kreatinin darah sebelum dan sesudah hemodialisa dengan metode kolorimetri dan Jaffe dari Human.br /
Dari 30 sampel diperoleh hasil penelitian kadar ureum dan kreatinin sebelum dan sesudah HD. Berdasarkan jenis kelamin didapat pria 53,3 % dan wanita 46,7 % dan dari uji statistik diperoleh kadar ureum sebelum dan sesudah HD t hitung 12,563, df = 29, sg = 0,000. Hasil kreatinin darah sebelum dan sesudah HD didapat t hitung 7,461, df = 29, sg = 0,000 dan t tabel 2,045.br /
Berdasarkan hasil penelitian uji statistik kadar ureum dan kadar kreatinin sebelum dan sesudah hemodialisa didapatkan t hitung t tabel maka dapat disimpulkan bahwa ada perbandingan yang signifikan antara kadar ureum dan kreatinin sebelum dan sesudah hemodialisa.br /

Deskripsi Alternatif :

DWININGSIH, 203039 PERBANDINGAN KADAR UREUM DAN KADAR KREATININ PADA GAGAL GINJAL TERMINAL SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISA DI RSU KOTA SEMARANG di bawah pembimbing Andri Sukeksi dan Tulus Aryadibr /br /br /
RINGKASANbr /br /br /
Ureum adalah produk akhir metabolisme protein, berasal dari asam amino yang telah dipindahkan aminonya di dalam hati dan mencapai ginjal, diekskresikan rata-rata 80 gram sehari. Nilai normal pada ureum darah 20-35 mg/dl.br /
Kreatinin adalah produk akhir metabolisme kreatinin otot, banyaknya kreatinin yang tersusun dalam setiap hari tidak berubah kecuali karena ada jaringan otot yang rusak, oleh karena trauma atau oleh suatu penyakit ginjal. Nilai rujukan untuk pria 0,9-1,3 mg/dl, wanita 0,6-1,1 mg/dl.br /
Prevalensi penyakit gagal ginjal kronis di Indonesia masih cukup tinggi. Penderita gagal ginjal terminal mengalami penurunan tajam fungsi ginjal, sehingga membutuhkan terapi ginjal. Terapi pengganti ginjal yang merupakan tindakan rutin disetiap pusat ginjal adalah dialisis teritonial dan hemodialisa. Mengingat prevalensi gagal ginjal terminal dan pentingnya terapi pengganti ginjal khususnya hemodialisa pada penderita gagal ginjal maka sejak bulan Januari 2003 mulai dirintis pembukaan unit hemodialisa di RSU Kota Semarang. Keberadaan unit dialisis tersebut harus didukung oleh unit lain yaitu dokter, perawat, dan petugas laboratorium.br /
Pemeriksaan laboratorium yang biasa dilakukan untuk pasien dengan terapi hemodialisa adalah pemeriksaan kadar kreatinin darah yang dilakukan sebelum dan sesudah hemodialisa.br /
Untuk mengukur dan mengetahui perbandingan kadar ureum dan kadar kreatinin darah sebelum dan sesudah hemodialisa dengan metode kolorimetri dan Jaffe dari Human.br /
Dari 30 sampel diperoleh hasil penelitian kadar ureum dan kreatinin sebelum dan sesudah HD. Berdasarkan jenis kelamin didapat pria 53,3 % dan wanita 46,7 % dan dari uji statistik diperoleh kadar ureum sebelum dan sesudah HD t hitung 12,563, df = 29, sg = 0,000. Hasil kreatinin darah sebelum dan sesudah HD didapat t hitung 7,461, df = 29, sg = 0,000 dan t tabel 2,045.br /
Berdasarkan hasil penelitian uji statistik kadar ureum dan kadar kreatinin sebelum dan sesudah hemodialisa didapatkan t hitung t tabel maka dapat disimpulkan bahwa ada perbandingan yang signifikan antara kadar ureum dan kreatinin sebelum dan sesudah hemodialisa.br /

Beri Komentar ?#(10) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJTPTUNIMUS
OrganisasiUniversitas Muhammadiyah Semarang
Nama KontakDevi Pangastuti
AlamatJl.Kedung Mundu 18
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
Negaraindonesia
Telepon+62-24-76740296
Fax024-76740291
E-mail Administratortik@unimus.ac.id
E-mail CKOinfopus@unimus.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: