Path: Top > D3_Final_Project > D3_Keperawatan > 2009

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN NY. D DENGAN MIOMA UTERI PRE DAN POST MIOMEKTOMI DI IRNA B3 GINEKOLOGI RSUP DR KARYADI SEMARANG

Undergraduate Theses from JTPTUNIMUS / 2010-06-07 10:14:12
Oleh : SRI RAHAYU G0A 006 068, Universitas Muhammadiyah Semarang
Dibuat : 2009-11-26, dengan 3 file

Keyword : Asuhan Keperawatan mioma uteri
Url : http://digilib.unimus.ac.id

Latar Belakang br /br /br /
Berdasarkan Otopsi, Novack menemukan 27% wanita berumur 25 tahun empunyai sarang mioma, pada wanita yang berkulit hitam ditemukan lebih banyak. Di Indonesia Mioma Uteri ditemukan 2,39 – 11,7% pada semua penderita ginekologi yang dirawat. Sedangkan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, mioma uteri ditemukan menjadi penyakit 5 besar yang ditemukan di poli kandungan sepanjang tahun ini. ( Majalah Obstetri Ginekologi, 1999) br /br /br /
Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri dan diduga merupakan penyakit multifaktorial. Dipercayai bahwa mioma merupakan sebuah tumor monoklonal yang dihasilkan dari mutasi somatik dari sebuah sel neoplastik tunggal. Sel-sel tumor mempunyai abnormalitas kromosom, br /br /br /
khususnya pada kromosom lengan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumor, disamping faktor predisposisi genetik, adalah estrogen, progesteron dan human growth hormone, mioma uteri dijumpai setelah menarche. Seringkali terdapat pertumbuhan tumor yang cepat selama kehamilan dan terapi estrogen eksogen. Mioma Uteri akan mengecil pada saat menopause dan pengangkatan ovarium. Adanya hubungan dengan kelainan lainnya yang tergantung estrogen seperti endometriosis (50%), perubahan br /br /br /
fibrosistik dari payudara (14,8%), adenomyosis (16,5%) dan hiperplasia endometrium (9,3%). Mioma Uteri banyak ditemukan bersamaan dengan anovulasi ovarium dan wanita dengan sterilitas. 17B hidroxydesidrogenase: enzim ini mengubah estradiol (sebuah estrogen kuat) menjadi estron (estrogen lemah). Aktivitas enzim ini berkurang pada jaringan miomatous, yang juga mempunyai jumlah reseptor estrogen yang lebih banyak dari pada miometrium normal. (Prawirohardjo. S, 1999) br /br /br /
Miomektomi adalah pengambilan mioma saja tanpa pengangkatan uterus. Apabila wanita sudah dilakukan miomektomi kemungkinan dapat hamil sekitar 30 – 50%. Dan perlu disadari oleh penderita bahwa setelah dilakukan br /br /br /
miomektomi harus dilanjutkan histerektomi. (Prawirohardjo, S, 1999) Mioma Uteri 99,5% saat ini sering terjadi dan merupakan tumor jinak otot rahim disertai jaringan ikatnya sehingga dapat berbentuk padat, mioma jarang terjadi setelah menopause, akan tetapi lebih banyak terjadi pada masa reproduksi karena adanya rangsangan estrogen. Dan Mioma Uteti 99,5% saat ini sering terjadi dan merupakan tumor jinak otot mioma uteri merupakan tumor jinak ginekologi yang paling sering dijumpai pada kurun reproduksi usia 30 tahun 20 – 25 % wanita ternyata mengidap penyakit tersebut. Dan kejadiannya meningkat 40 % pada usia lebih dari 35 tahun, di Indonesia mioma uteri ditemukan 2,39 – 11,7 % dari semua penderita ginekologi yang di rawat. Di Jawa Timur sendiri dari data kunjungan pasien di poliklinik Kandungan RSUD Dr Soetomo dari bulan Januari sampai Juni 2000, mioma uteri menduduki urutan ke –4 dari 10 penyakit yang diketemukan. (Majalah Obstetri Ginekologi, 1999) Untuk melaksanakan pengamatan pada penyakit ini agak sukar karena tidak semua pasien mioma uteri mempunyai keluhan. Walupun tumor ini sering tanpa gejala tetapi dapat mengalami komplikasi yang menyebabkan br /br /br /
keadaan darurat pada klien seperti nekrosis, sarcoma, infeksi sekunder, perdarahan, anemia. (Achadiat, chrisdiono M, 2004) Tumor merupakan salah satu penyakit yang ditakuti oleh wanita, sehingga masalah yang muncul pada klien mioma uteri ini tidak hanya masalah fisik br /br /br /
tetapi juga terkait dengan masalah psikososial. Masalah fisik umumnya menyangkut nyeri, perdarahan dan masalah psikososial mencakup cemas, gangguan body image dan proses kehilangan, mioma uteri juga dapat di temukan pada perempuan multi para yang berusia antara 25-30 tahun. kondisi serupa mengenai lapisan uterus pada orang yang lebih tua atau wanita multi para. (Bruner dan suddarth, 2000) br /br /br /
Perawat sebagi bagian integral dari pelayanan kesehatan memiliki peranan yang besar dalam proses penyembuhan penderita. Sehingga perawat harus mampu melakukan asuhan keperawatan yang benar pada pasien mioma uteri ini, perawat sebagi bagian integral dari pelayanan kesehatan memiliki peranan yang besar dalam proses penyembuhan penderita. Sehingga perawat harus mampu melakukan asuhan keperawatan yang benar pada pasien mioma uteri ini. br /br /br /
Bersadarkan keterangan diatas, penulis tertarik untuk menyusun karya tulis ilmiah ini perawatan asuhan keperawatan pada Ny D (pre dan post miomektomi) di IRNA B3 GNEKOLOGI RSUP Dr KARIYADI SEMARANG dengan mioma uteri dan mengikutsertakan keluarga klien dalam penyuluhan kesehatan tentang pentingnya kesehatan. Untuk itu haruslah dilakukan tindakan keperawatan pada klien dengan mioma uteri dan kematian pada klien mioma uteri dapat di tekan..

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJTPTUNIMUS
OrganisasiUniversitas Muhammadiyah Semarang
Nama KontakDevi Pangastuti
AlamatJl.Kedung Mundu 18
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
Negaraindonesia
Telepon+62-24-76740296
Fax024-76740291
E-mail Administratortik@unimus.ac.id
E-mail CKOinfopus@unimus.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Riwayati, SKp, Editor: perpustakaan unimus

Download...